KAMPAR, Pelitamedia.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Tambang. Titik api terdeteksi di Jalan Niaga RT 01 RW 02 Dusun II, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Jumat (20/2/2026).
Informasi awal diterima sekitar pukul 08.30 WIB oleh Bhabinkamtibmas Desa Rimbo Panjang, Bripka Dedi Pebriadi, dari masyarakat yang melihat adanya lahan terbakar. Lokasi kejadian berada pada koordinat 0°27’30,382″ N dan 101°19’22,09″ E.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polri bersama tim Manggala Agni langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
🔎 Luas dan Jenis Lahan Terbakar
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±19,73 hektar. Lahan tersebut merupakan gambut tebal yang ditumbuhi semak belukar. Status kepemilikan lahan hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
🚒 Kekuatan Personel dan Peralatan
Dalam operasi pemadaman ini, dikerahkan total puluhan personel gabungan, terdiri dari:
TNI: 2 personel
Polri: 5 personel
Manggala Agni: 22 personel
Sejumlah peralatan turut digunakan, antara lain:
3 unit kendaraan roda 2 milik Polri
1 unit kendaraan roda 2 milik TNI
6 unit kendaraan roda 2 milik Manggala Agni
3 unit kendaraan roda 4 milik Manggala Agni
5 unit nozel
70 gulung selang berbagai ukuran
3 unit mesin pompa (ministrek, Jazz power, dan Mextri)
🌬 Kendala di Lapangan
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi lahan gambut yang tebal, minimnya sumber air, serta angin kencang yang membuat arah api sulit dikendalikan.
📍 Kondisi Terkini
Hingga pukul 17.00 WIB, kegiatan pemadaman hari pertama dihentikan sementara karena faktor cuaca dan keterbatasan sumber air. Api dan asap masih terpantau di beberapa titik, sehingga proses pendinginan akan dilanjutkan keesokan harinya.
Secara umum, situasi di lokasi dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.
Pihak kepolisian bersama unsur terkait mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat risiko kebakaran pada lahan gambut sangat tinggi dan berdampak luas terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat. (advertorial)














