Menu ✖

Mode Gelap
Sutan ATT IV Tekankan Kepemimpinan Kolektif dan Disiplin Organisasi dalam MUSKERCAB PKB Kampar 2026–2031 Mafirion Puji Ahmad Yuzar, Dinilai Bisa Jadi Teladan dalam Membesarkan PKB Kampar Hari Santri 2026, Momentum Meneguhkan Pengabdian untuk Negeri dan Menyongsong Indonesia Emas 2045 Resmi Dilantik Ketua DPC PKB Kampar Periode 2026–2031, Ahmad Yuzar Siap Emban Amanah dan Besarkan Partai MHD. Efizon Nur Monitor Persiapan Pengukuhan Pengurus, Orientasi Politik dan Muskercab DPC PKB Kampar Tinjau Kebakaran SDN 018 Kubang Jaya, Bupati Kampar Minta Kerusakan Segera Diinventarisasi dan Keselamatan Siswa Diutamakan

Kampar

Benarkah Tidur saat Puasa Bernilai Ibadah?

badge-check


					Benarkah Tidur saat Puasa Bernilai Ibadah? Perbesar

KAMPAR, Pelitamedia.com – Ustadz Dr. Johari, MA membagi tidur menjadi 2 kategori, yang pertama tidur Qoilulah adalah tidur sejenak di siang hari, biasanya sebelum atau sesudah zuhur, yang merupakan sunah Nabi SAW.

Kemudian, tidur yang kedua adalah Failullah, itu adalah tidur yang dilarang oleh nabi, yakni waktu tidur setelah subuh dan tidur sesudah sholat Ashar.

“Yang dilarang itu, bahkan secara medis juga tidak baik,” ucap Ustadz Johari.

Penjelasan tidur yang dianjurkan dan yang dilarang oleh Nabi itu, dipaparkan Ustadz Johari saat menjadi Narasumber dalam Tausiah Interaktif di Radio Swara Kampar 103,8 FM, Kamis (26/2/2026) yang mengangkat tema “fiqih puasa”.

Penceramah yang juga Ketua Bidang Pengkajian MUI Kampar itu menjawab pertanyaan pendengar Radio Swara Kampar terkait tidur orang yang berpuasa adalah ibadah.

Disaat puasa ramadhan, lanjut Ustadz Johari, waktu tidur yang paling enak bagi orang yang tidak berkegiatan pagi, adalah setelah sholat subuh. Fenomena ini menurutnya adalah kebiasaan yang tidak baik karena waktu tidur yang dilarang oleh nabi.

“Jadi jika ditanya, tidur apa yang menjadi bahagian ibadah?, itu adalah tidur Qailullah (tidur sebelum atau sesudah Sholat Zhuhur,” jelas Dosen Fakultas Syariah UIN Suska Riau ini.

Program Tausiah “MUI MENJAWAB” yang disiarkan radio Swara Kampar merupakan hasil kerjasama MUI dan Diskominfo Kampar yang diteken Kadiskominfo Lukmansyah Badoe, S.Sos, MSi bersama Sekjen MUI Kampar Dr. H. Mendra Siswanto, M. Sy, Kamis (12/2) lalu.

Program Tausiah Interaktif yang dipandu host Ari Amrizal ini merupakan salah satu program Talkshow religi yang mengundang pendengar radio terlibat aktif untuk bertanya melalui sambungan telepon maupun melalui media sosial, menghadirkan Ustadz-ustadz dari MUI Kampar dengan pembahasan yang berbeda setiap minggunya. (Advertorial)

Baca Lainnya

Sutan ATT IV Tekankan Kepemimpinan Kolektif dan Disiplin Organisasi dalam MUSKERCAB PKB Kampar 2026–2031

21 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Mafirion Puji Ahmad Yuzar, Dinilai Bisa Jadi Teladan dalam Membesarkan PKB Kampar

21 Oktober 2026 - 18:35 WIB

MHD. Efizon Nur Monitor Persiapan Pengukuhan Pengurus, Orientasi Politik dan Muskercab DPC PKB Kampar

19 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Hadiri Tabligh Akbar Bersama Ustaz Hanan Attaki, Misharti Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah

18 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Wakil Bupati Misharti Resmi Tutup MTQ ke-55 Kabupaten Kampar 2026, Ajak Masyarakat Amalkan Nilai-Nilai Al-Qur’an

18 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah