Menu ✖

Mode Gelap
BAZNAS Kampar Raih Penghargaan BAZNAS Kabupaten Terbaik di Grand BAZNAS Award 2026 30 Finalis Kaligrafi MTQ ke-55 Kampar Tampilkan Karya Terbaik, Kualitas Meningkat Matangkan Persiapan Orientasi Politik dan Pengukuhan DPC PKB Kampar 2026–2031, Panitia Tinjau Ballroom Stanum Hari Keempat MTQ ke-55 Kampar, Sejumlah Cabang Memasuki Babak Final Memasuki Hari Ketiga, MTQ ke-55 Kampar Berjalan Lancar, Zulfaimar Apresiasi Sinergi Panitia dan Peserta Syarhil Qur’an MTQ ke-55 Kampar Sukses Digelar, Finalis Tampilkan Syiar Islam yang Menginspirasi

Kampar

Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Akses Dana KUR dan Jadi Agunan Usaha

badge-check


					Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Akses Dana KUR dan Jadi Agunan Usaha Perbesar

Jakarta, Pelitamedia.com – Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Riau 1, Hendry Munief MBA menekankan bahwa Kementerian Ekonomi Kreatif perlu untuk memfasilitasi potensi ekonomi kreatif (Ekraf) mendapatkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hal itu disampaikan oleh Hendry Munief disela-sela Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026, Selasa (10/3/2026).

Hendry Munief menerangkan pelaku ekraf lokal harusnya sudah difasilitasi mendapatkan kekayaan intelektual komunal (KIK) sebagai warisan budaya nusantara. Selama ini pelaku Ekraf hanya bergerak sendiri-sendiri tanpa fasilitasi dari pemerintah secara maksimal.

“Kita mendapatkan kabar bahwa ada upaya penyaluran dana KUR untuk Kekayaan Intelektual sebesar 10 triliun rupiah oleh Kemenekraf. Ini sangat baik sekali karena membuka kesempatan bagi pelaku ekraf untuk tumbuh berkembang. Salah satu yang kita dorong adalah bagaimana ekraf lokal dapat memanfaatkan hal ini untuk menjual kebudayaan dan kearifan lokal di kancah nasional dan global,” terang Hendry Munief.

Dia mencontohkan, Provinsi Riau sebagai daerah dengan warisan budaya dan kearifan lokal yang cukup tinggi, namun pelaku ekraf belum tersentuh dalam hal akses perbankan. Dia menyebut para pelaku ekraf lokal Riau lebih banyak bergerak karena kecintaan mereka terhadap warisan budaya melayu.

“Banyak saya temukan pelaku ekraf di Riau khususnya bergerak secara swadaya. Padahal potensi ekraf Riau cukup bagus untuk dikembangkan. Dan saya yakin ini juga terjadi di daerah lainnya. Maka tentu dengan adanya kebijakan Kemenekraf ini membuka peluang pelaku ekraf lokal untuk tumbuh berkembang” terang ketua Forum Bisnis (Forbis) Riau ini.

Dia turut meyakinkan pihak perbankan bahwa karya kreatif merupakan kekayaan nusantara yang layak untuk dijadikan agunan atau jaminan usaha. Maka dia mengharapkan agar pihak perbankan mempertimbangkan memberikan akses permodalan kepada pelaku ekraf dan mau mempertimbangkan kekayaan intelektual sebagai agunan pokok dalam pengajuan pinjaman

“Sudah banyak negara berkembang dengan industri kreatifnya. Seperti Korsel, Jepang, AS dan Cina turut menggarapnya saat ini. Dan perlu dicatat, menurut data, Indonesia merupakan negara peringkat ketiga dunia dalam industri ekraf. Tentu ini jadi modal penting bagi kita karena Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk bersaing di kancah internasional.” tegasnya. ***

Baca Lainnya

BAZNAS Kampar Raih Penghargaan BAZNAS Kabupaten Terbaik di Grand BAZNAS Award 2026

16 Oktober 2026 - 08:25 WIB

30 Finalis Kaligrafi MTQ ke-55 Kampar Tampilkan Karya Terbaik, Kualitas Meningkat

15 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Matangkan Persiapan Orientasi Politik dan Pengukuhan DPC PKB Kampar 2026–2031, Panitia Tinjau Ballroom Stanum

15 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Hari Keempat MTQ ke-55 Kampar, Sejumlah Cabang Memasuki Babak Final

15 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Memasuki Hari Ketiga, MTQ ke-55 Kampar Berjalan Lancar, Zulfaimar Apresiasi Sinergi Panitia dan Peserta

14 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Trending di Daerah