Menu ✖

Mode Gelap
Tiba di Karimun, Bupati Kampar Disambut Meriah Masyarakat dan Pemkab Karimun Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif Pemkab Kampar Dorong Perlindungan Hak Cipta Motif Batik Khas Kampar Di Hadapan 700 Penerima Beasiswa BPDP, Syahrul Aidi Ungkap 3 Kapasitas Penting agar Sukses Hendry Munief: Konektivitas Antarpulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan DPRD dan Pemkab Kampar Setujui Bersama Ranperda Perubahan APBD 2026

Ekonomi

Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan

badge-check


					Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan Perbesar

JAKARTA, pelitamedia.Com — Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian besar terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Hendry menanggapi pidato Presiden Prabowo saat menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 beserta Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Hendry Munief, ekonomi kerakyatan harus menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi nasional. Sektor tersebut mencakup UMKM, pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, perikanan, koperasi dan ekonomi desa.

“Ekonomi kerakyatan tidak bisa dipisahkan dari persoalan biaya transportasi dan energi. Petani membutuhkan biaya angkut, nelayan membutuhkan bahan bakar, UMKM membutuhkan listrik untuk produksi. Ketika biaya energi dan transportasi tinggi, otomatis biaya produksi masyarakat juga ikut meningkat,” ujar Hendry.

UMKM dan Ekonomi Desa Harus Naik Kelas

Hendry menilai kebijakan pemerintah untuk memperkuat UMKM dan ekonomi desa merupakan langkah tepat.

UMKM, menurutnya, tidak cukup hanya diberikan bantuan modal. Pelaku usaha juga membutuhkan akses pasar, teknologi, digitalisasi, pendampingan dan kemudahan dalam meningkatkan kualitas produk.

“Kalau UMKM kuat, petani kuat, nelayan kuat dan ekonomi desa bergerak, maka ekonomi nasional akan semakin kuat,” katanya.

Hendry juga menilai penguatan koperasi di desa dapat membantu masyarakat meningkatkan posisi tawar, terutama petani, nelayan dan pelaku UMKM.

Energi Murah untuk Masyarakat

Hendry memberikan perhatian khusus terhadap kebijakan energi Presiden Prabowo. Menurutnya, energi sangat berkaitan dengan biaya produksi masyarakat. Karena itu, kebijakan BBM tepat sasaran dan pembangunan sumber energi baru harus diarahkan untuk melindungi masyarakat produktif.

“Yang kita dorong adalah subsidi yang tepat sasaran sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat produktif. Jangan sampai petani, nelayan atau UMKM yang menggunakan energi untuk mencari nafkah justru terbebani,” ujar Hendry.

Ia juga mengapresiasi rencana pengembangan energi terbarukan, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan elektrifikasi desa.

Menurut Hendry, listrik desa bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi.

“Kalau listrik masuk ke desa, yang masuk bukan hanya penerangan. Yang masuk adalah peluang usaha. Ada pengolahan hasil pertanian, perikanan, usaha UMKM dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya,” jelasnya.

Transportasi Menentukan Harga Produk Rakyat

Selain energi, Hendry menilai biaya transportasi juga sangat menentukan kesejahteraan masyarakat.

Petani membutuhkan transportasi untuk membawa hasil panen. Nelayan membutuhkan biaya untuk melaut dan membawa hasil tangkapan ke pasar. Begitu juga UMKM yang membutuhkan distribusi untuk menjual produknya.

“Kalau biaya transportasi lebih murah, produk masyarakat lebih mudah masuk pasar dan harga bisa lebih kompetitif,” katanya.

Karena itu, Hendry berharap kebijakan RAPBN 2027 tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan biaya produksi masyarakat tetap terjangkau.

Menurutnya, perlindungan terhadap ekonomi rakyat merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi nasional.

“APBN harus hadir dalam kehidupan rakyat. Hadir di sawah petani, di laut bersama nelayan, di tempat produksi UMKM dan di desa-desa yang membutuhkan energi,” tegas Hendry.

Ia menambahkan, jika UMKM tumbuh, petani dan nelayan semakin produktif, ekonomi desa bergerak serta biaya energi dan transportasi terkendali, maka ekonomi nasional akan memiliki fondasi yang semakin kuat.

Baca Lainnya

Tiba di Karimun, Bupati Kampar Disambut Meriah Masyarakat dan Pemkab Karimun

3 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif

2 Oktober 2026 - 23:58 WIB

Pemkab Kampar Dorong Perlindungan Hak Cipta Motif Batik Khas Kampar

2 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Di Hadapan 700 Penerima Beasiswa BPDP, Syahrul Aidi Ungkap 3 Kapasitas Penting agar Sukses

2 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Hendry Munief: Konektivitas Antarpulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan

30 September 2026 - 23:45 WIB

Trending di Daerah