KAMPAR, RIAU, pelitamedia.Com — Pemerintah Kabupaten Kampar mengambil langkah konkret untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Tidak hanya mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, pemerintah daerah juga menyiapkan alat berat untuk membantu warga membuka dan menyiapkan lahan tanpa menggunakan api.
Fasilitasi tersebut dilakukan atas arahan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., dengan mengerahkan alat berat untuk membantu proses pembersihan dan penyiapan lahan masyarakat di Kecamatan Bangkinang, Senin (21/9/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kampar mencari solusi agar masyarakat tetap dapat mengelola lahan, namun dengan metode yang lebih aman dan tidak menimbulkan risiko kebakaran maupun asap.
“Kita ingin masyarakat tetap bisa membuka dan mengelola lahan, tetapi dilakukan dengan cara yang aman dan tidak membakar. Pemerintah hadir memberikan solusi dengan memfasilitasi alat berat sehingga pembukaan lahan dapat dilakukan tanpa menimbulkan asap dan kebakaran,” ujar Ahmad Yuzar.
Bukan Sekadar Larangan
Bagi Pemerintah Kabupaten Kampar, pencegahan Karhutla tidak cukup hanya dengan memberikan imbauan kepada masyarakat.
Masyarakat yang membutuhkan lahan untuk dikelola tetap memerlukan alternatif dalam proses pembersihan dan penyiapannya. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan dukungan berupa alat berat agar pembukaan lahan dapat dilakukan tanpa pembakaran.
Pendekatan tersebut sekaligus mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam membuka lahan.
Dengan tidak menggunakan api, potensi munculnya titik panas akibat aktivitas pembukaan lahan dapat ditekan. Risiko asap yang mengganggu masyarakat juga dapat diminimalkan.
Pemerintah dan Masyarakat Bersama Cegah Karhutla
Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial.
Karena itu, pemerintah daerah mengajak masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Ahmad Yuzar meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran ketika membuka atau membersihkan lahan.
Pemerintah Kabupaten Kampar juga mendorong agar koordinasi dan dukungan terhadap masyarakat terus diperkuat sehingga upaya pencegahan Karhutla dapat dilakukan sejak awal.
“Kita ingin masyarakat bisa tetap produktif mengelola lahannya, tetapi lingkungan juga harus kita jaga. Jangan sampai pembukaan lahan justru menimbulkan kebakaran yang merugikan banyak pihak,” kata Ahmad Yuzar.
Alat Berat Jadi Alternatif
Fasilitasi alat berat memberikan pilihan bagi masyarakat untuk melakukan pembersihan lahan secara mekanis.
Metode tersebut dapat digunakan untuk membantu membersihkan semak dan vegetasi yang diperlukan dalam proses penyiapan lahan, tanpa harus menggunakan pembakaran.
Pemkab Kampar berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa membuka lahan tidak harus dilakukan dengan membakar.
Pada saat yang sama, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api.
Pesan Pemkab Kampar jelas: masyarakat tetap bisa membuka lahan, tetapi tidak dengan membakar. Pemerintah menyiapkan solusi, masyarakat ikut menjaga.
Buka lahan tanpa membakar. Jaga Kampar tetap aman, sehat dan lestari.














