KAMPAR, pelitamedia. com– Mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), UPT Puskesmas Kuok bersama Polsek Bangkinang Barat dan Pemerintah Kecamatan Kuok membagikan sebanyak 300 masker kepada masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian lintas sektor dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan yang dilaksanakan di depan UPT Puskesmas Kuok, Jalan Prof. M. Yamin, S.H. No. 044, Desa Lereng, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon di halaman puskesmas.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan arahan Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Dasat, M.H., sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah potensi dampak kabut asap.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPT Puskesmas Kuok, Bdn. Ria Gustina, S.Tr.Keb., bersama tenaga kesehatan, Kapolsek Bangkinang Barat Ipda Roy Sandi, S.H., M.H., beserta personel kepolisian, serta perwakilan Camat Kuok melalui Sekretaris Kecamatan Kuok, Zaid Yuli, S.H., M.H., bersama jajaran pegawai kecamatan.
Bagikan 300 Masker, Lindungi Kesehatan Masyarakat
Kepala UPT Puskesmas Kuok, Bdn. Ria Gustina, S.Tr.Keb., mengatakan pembagian masker merupakan langkah kepedulian untuk membantu masyarakat mengurangi paparan partikel asap yang dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan bersama, khususnya ketika kondisi udara terdampak kabut asap akibat karhutla.
“Melalui pembagian masker ini, kami berharap masyarakat dapat lebih terlindungi dari paparan asap. Kami juga mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap semakin pekat dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.
Selain menggunakan masker, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menjaga kondisi rumah agar paparan asap dapat diminimalkan.
Lanjutkan dengan Penanaman Pohon
Setelah pembagian masker, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di halaman UPT Puskesmas Kuok.
Aksi penghijauan tersebut menjadi simbol kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan alam.
Ria Gustina menyampaikan bahwa perlindungan kesehatan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Karena itu, sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan, kepolisian, dan pemerintah kecamatan sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan dampak kabut asap, tetapi juga mendorong tumbuhnya kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
Kolaborasi antara UPT Puskesmas Kuok, Polsek Bangkinang Barat, dan Pemerintah Kecamatan Kuok menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan akibat kabut asap, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Melalui kegiatan pembagian 300 masker dan penanaman pohon tersebut, seluruh pihak berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan semakin meningkat.
Upaya pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Dengan kerja sama yang berkelanjutan, dampak kabut asap diharapkan dapat diminimalkan dan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Kampar dapat terus terjaga.
(PelitaMedia.com)














