BANGKINANG KOTA, pelitamedia.Com – Pemerintah Kabupaten Kampar tetap melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026 di Kecamatan Gunung Sahilan pada 11–17 Oktober 2026. Namun, menyikapi kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, pemerintah daerah memutuskan meniadakan pawai ta’aruf dan menyesuaikan rangkaian kegiatan demi menjaga kesehatan serta keselamatan masyarakat.
Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tetap berjalan sesuai jadwal dengan mengedepankan prinsip efektif, efisien, dan mengutamakan keselamatan peserta maupun masyarakat.
Keputusan tersebut disampaikan saat Bupati memimpin rapat terbatas persiapan dan evaluasi pelaksanaan MTQ ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar di Ruang Rapat Bupati, Lantai II Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Jumat (9/10/2026).
Dalam rapat tersebut, Bupati meminta seluruh panitia melakukan penyesuaian kegiatan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara, termasuk mengurangi aktivitas yang berpotensi mengumpulkan massa dalam jumlah besar.
Kabut Asap Jadi Pertimbangan, Kesehatan Masyarakat Diutamakan
Ahmad Yuzar menjelaskan bahwa hujan yang turun di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar belum sepenuhnya memulihkan kondisi udara. Kabut asap masih dirasakan di beberapa daerah sehingga langkah antisipasi perlu dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ.
“Kita tetap melaksanakan MTQ ke-55 ini karena sudah ditetapkan dan dijadwalkan. Namun, kita juga harus melihat kondisi terkini. Kabut asap masih menyelimuti sebagian besar wilayah Kabupaten Kampar, sehingga pelaksanaannya perlu kita sesuaikan dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar Ahmad Yuzar.
Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan tanpa mengabaikan risiko kesehatan akibat paparan asap.
Ia juga menyebutkan bahwa kondisi asap diduga turut dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di luar Kabupaten Kampar, termasuk provinsi tetangga. Oleh karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan meskipun hujan mulai turun di beberapa lokasi.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kita ingin MTQ berjalan lancar, sukses, dan khidmat, tetapi jangan sampai pelaksanaannya mengabaikan kondisi kesehatan peserta maupun masyarakat yang hadir,” tegasnya.
Panitia Diminta Sediakan Masker
Selain meniadakan pawai ta’aruf, Bupati Kampar mengimbau panitia, peserta, tamu undangan, dan masyarakat untuk menggunakan masker selama mengikuti kegiatan, terutama ketika kondisi udara masih kurang baik.
Panitia juga diminta menyediakan masker di sejumlah titik strategis yang berpotensi ramai dikunjungi masyarakat agar perlindungan dasar bagi peserta dan pengunjung dapat terpenuhi.
“Saya minta seluruh panitia benar-benar memperhatikan hal ini. Laksanakan seluruh rangkaian MTQ secara efisien dan efektif. Kurangi kegiatan yang tidak mendesak dan berpotensi mengumpulkan banyak orang. Masker harus tersedia di lokasi-lokasi yang ramai, dan masyarakat juga kami imbau untuk menggunakannya demi menjaga kesehatan bersama,” pesannya.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel asap, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan selama rangkaian MTQ berlangsung.
Dinas Kesehatan dan Damkar Diminta Siaga
Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, Bupati meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menyiagakan pos-pos kesehatan selama pelaksanaan MTQ.
Petugas kesehatan diharapkan siap memberikan pelayanan kepada peserta, panitia, maupun pengunjung yang mengalami gangguan kesehatan. Kesiapsiagaan ini menjadi bagian penting dalam mengantisipasi kemungkinan dampak kabut asap selama kegiatan berlangsung.
Dinas Pemadam Kebakaran juga diminta bersiaga di lokasi utama kegiatan guna mendukung keamanan dan kelancaran penyelenggaraan.
Selain itu, koordinasi ant perangkat daerah perlu diperkuat agar seluruh kebutuhan teknis dan pelayanan pendukung dapat dipersiapkan secara optimal, tanpa mengabaikan kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
MTQ Tetap Menjadi Momentum Syiar Al-Qur’an
Ahmad Yuzar menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih prestasi dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kecintaan umat terhadap kitab suci, mempererat silaturahmi, dan membangun kehidupan masyarakat yang religius.
Karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat mendukung pelaksanaan MTQ ke-55 dengan tetap menjaga ketertiban, kekhidmatan, serta kepedulian terhadap kesehatan bersama.
Rapat persiapan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si.; Asisten I Setda Kampar Tengku Said Hidayat, S.STP., M.IP.; Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Helmi, S.H., M.H.; Kepala Dinas Kesehatan dr. Zulhendra Das’at, M.H.Kes.; Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Yuricho Efril, S.STP., M.Si.; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Refizal, S.STP., M.Si.; Kepala Pelaksana BPBD Kampar Ir. Azwan, M.Si.; serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kampar Jalal Sayuti, S.Ag., M.Si.
Melalui berbagai penyesuaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap MTQ ke-55 Tingkat Kabupaten Kampar di Kecamatan Gunung Sahilan pada 11–17 Oktober 2026 dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan.
Semangat syiar Al-Qur’an tetap menjadi tujuan utama, sementara kesehatan dan keselamatan peserta serta masyarakat ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama.
(PelitaMedia.com)














