BANGKINANG KOTA, pelitamedia.Com – Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., menyaksikan pelantikan pengurus Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Kampar sekaligus melepas atlet yang akan mengikuti Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Stanum, Bangkinang Kota, Senin (12/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan olahraga inklusif serta memberikan dukungan kepada atlet penyandang disabilitas intelektual agar dapat mengembangkan potensi, menunjukkan kemampuan, dan meraih prestasi di tingkat nasional.
Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kampar, Dr. (Cnd) IIB Nursaleh, S.Kom., M.H., yang mewakili Ketua DPRD; perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD); Ketua Pengprov SOIna Riau, Indah Puji Ratnani, S.Psi., M.A.; serta Ketua Pengkab SOIna Kampar, Yusneli, S.Pd., M.Pd., bersama undangan lainnya.
Pelantikan Pengurus Perkuat Pembinaan Olahraga Inklusif
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan surat keputusan pengangkatan dan pembentukan pengurus SOIna Kabupaten Kampar. Selanjutnya, Wakil Bupati Kampar menyaksikan prosesi pelantikan pengurus yang akan menjalankan tugas pembinaan dan pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas intelektual di Kabupaten Kampar.
Dalam sambutannya, Misharti menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian atau pengesahan kepengurusan, melainkan wujud komitmen bersama untuk memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan kepada atlet agar dapat berkembang serta berprestasi.
“Hari ini kita tidak hanya melantik pengurus, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama untuk mendukung anak-anak kita yang luar biasa. Atlet SOIna adalah pahlawan inspirasi yang menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi,” ujar Misharti.
Ia berharap pengurus SOIna Kabupaten Kampar yang baru dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta membangun lingkungan olahraga yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, setiap atlet memiliki potensi yang patut dihargai. Karena itu, dukungan keluarga, organisasi olahraga, masyarakat, dan pemerintah sangat diperlukan agar para atlet memperoleh kesempatan yang setara untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Lepas Atlet Kampar Menuju PESONAS II 2026
Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan atlet SOIna Kabupaten Kampar yang akan berlaga pada PESONAS II Tahun 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ajang nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 dan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membangun persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Misharti memberikan motivasi kepada para atlet agar tampil percaya diri, menjaga semangat, serta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti pertandingan.
“Bertandinglah dengan semangat, junjung tinggi sportivitas dan jadilah inspirasi bagi kita semua. Kemenangan sejati bukan hanya soal medali, tetapi keberanian untuk tampil dan berjuang,” pesannya.
Misharti juga menyampaikan harapan agar seluruh atlet, pelatih, dan pendamping dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan aman serta memperoleh pengalaman yang berharga.
“Dengan semangat kebersamaan, semoga SOIna Kabupaten Kampar diberi keselamatan dan kesuksesan dalam mengikuti PESONAS II 2026 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur,” tutup Misharti.
SOIna Dorong Kesetaraan dan Prestasi Atlet
Special Olympics Indonesia merupakan organisasi yang bergerak dalam pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas intelektual. Melalui kegiatan latihan dan kompetisi, organisasi ini memberikan kesempatan kepada atlet untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial.
PESONAS menjadi salah satu wadah kompetisi nasional untuk mempertemukan atlet Special Olympics dari berbagai daerah sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan olahraga yang lebih inklusif.
Partisipasi atlet SOIna Kabupaten Kampar dalam PESONAS II 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kesempatan meraih prestasi, tetapi juga memperluas pengalaman bertanding, membangun persahabatan, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Melalui pelantikan pengurus dan pelepasan atlet tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar diharapkan dapat terus memperkuat dukungan terhadap pembinaan olahraga inklusif, sehingga atlet penyandang disabilitas intelektual memperoleh kesempatan yang semakin luas untuk berkembang dan mengharumkan nama daerah.














