Menu ✖

Mode Gelap
Bukan Sekadar Kompetisi, Wakil Bupati Kampar Resmi Buka Liga Champions Se-Tapung Raya, Jadikan Sepak Bola Ajang Silaturahmi Terima Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Bupati Kampar Ajukan Proposal Museum dan Penataan Candi Muara Takus Hendry Munief Dorong Pelaku IKM Pekanbaru Naik Kelas, Berharap Dukungan Anggaran Berlanjut pada 2027 Hadiri Tabligh Akbar Bersama Ustaz Hanan Attaki, Misharti Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Wakil Bupati Misharti Resmi Tutup MTQ ke-55 Kabupaten Kampar 2026, Ajak Masyarakat Amalkan Nilai-Nilai Al-Qur’an Bersilaturahmi dengan Warga Tapung, Syahrul Aidi Bakal Dorong Penanganan Jalan Lintas Petapahan–Simpang Golombang

Daerah

Terima Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Bupati Kampar Ajukan Proposal Museum dan Penataan Candi Muara Takus

badge-check


					Terima Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Bupati Kampar Ajukan Proposal Museum dan Penataan Candi Muara Takus Perbesar

XIII KOTO KAMPAR, pelitamedia.Com – Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., menyampaikan proposal pembangunan Museum Muara Takus dan penataan kawasan inti Candi Muara Takus kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., saat kunjungan kerja di Kompleks Cagar Budaya Candi Muara Takus, Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Ahad (18/10/2026).

Proposal tersebut merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mendorong pelestarian warisan sejarah sekaligus mengembangkan potensi Candi Muara Takus sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Usulan itu mencakup pembangunan museum, penataan taman, serta pembenahan sarana dan prasarana pendukung kawasan.

Bupati Ahmad Yuzar berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan sesuai kewenangan dan ketentuan pelestarian cagar budaya agar pengembangan kawasan bersejarah tersebut dapat dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

“Kami berharap dukungan Bapak Menteri untuk pembangunan Museum Muara Takus dan penataan kawasan inti candi, termasuk taman serta sarana pendukung lainnya. Kami menyampaikan proposal ini karena pengembangan kawasan tersebut memerlukan sinergi dengan pemerintah pusat, terutama untuk pekerjaan yang berada dalam kewenangan Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan,” ujar Ahmad Yuzar.

Museum Diharapkan Jadi Pusat Edukasi Sejarah

Menurut Ahmad Yuzar, Candi Muara Takus memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi Kabupaten Kampar maupun Provinsi Riau. Keberadaan museum di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, pelajar, peneliti, dan wisatawan untuk mengenal sejarah serta perkembangan peradaban masa lampau.

Selain memperkuat pelindungan warisan budaya, penataan kawasan juga diharapkan meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendukung pengembangan pariwisata daerah.

Pemerintah Kabupaten Kampar melihat potensi Candi Muara Takus tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi juga sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), jasa wisata, serta usaha pendukung lainnya.

Namun, seluruh pengembangan tersebut perlu tetap mengutamakan pelestarian nilai autentik situs dan mengikuti ketentuan yang berlaku bagi kawasan cagar budaya.

Fadli Zon Sambut Baik Upaya Pelestarian

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut baik upaya pelestarian dan pengembangan Candi Muara Takus. Setelah meninjau sejumlah bagian kompleks candi, ia menyampaikan dukungan terhadap langkah-langkah pelestarian, termasuk pembersihan lumut, penelitian terhadap bagian situs yang belum terungkap, serta penanganan bangunan yang mengalami kerusakan sesuai kaidah pelestarian cagar budaya.

Fadli Zon juga meminta Pemerintah Kabupaten Kampar melakukan pemetaan dan inventarisasi kebutuhan pengembangan kawasan, termasuk aspek lahan dan teknis pelaksanaan.

Menurutnya, penelitian lanjutan oleh para ahli arkeologi diperlukan untuk memperdalam pemahaman mengenai sejarah, struktur bangunan, dan potensi temuan arkeologis di sekitar kompleks candi.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan tindak lanjut pelestarian. Adapun realisasi pembangunan museum dan penataan kawasan tetap memerlukan kajian teknis, perencanaan, serta koordinasi antarlembaga sesuai kewenangan masing-masing.

Penelitian Arkeologi Penting untuk Menjaga Keaslian Situs

Dalam peninjauan tersebut, Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Agus Widiatmoko, S.S., M.M., turut memberikan perhatian terhadap nilai sejarah dan karakter arkeologis kompleks Candi Muara Takus.

Pembahasan mencakup sejarah kawasan yang kerap dikaitkan dengan masa Sriwijaya, sekitar abad ke-8 hingga abad ke-11, serta pentingnya penelitian ilmiah untuk memperjelas perkembangan situs dan keterkaitannya dengan sejarah regional.

Kompleks Candi Muara Takus memiliki karakter arsitektur dan material bangunan yang menjadi objek penting penelitian. Keberadaan stupa, struktur batu dan bata, serta berbagai unsur arkeologis perlu dikaji secara cermat untuk memperdalam pemahaman mengenai fungsi dan perkembangan kawasan tersebut.

Situs ini juga memiliki nilai penting dalam kajian sejarah perkembangan agama Buddha di Nusantara. Karena itu, setiap rencana pemugaran, pembangunan fasilitas, maupun penataan lingkungan harus didasarkan pada kajian ahli serta mengikuti prinsip pelestarian cagar budaya.

Langkah tersebut diperlukan agar pengembangan kawasan tidak menghilangkan keaslian, nilai sejarah, dan bukti arkeologis yang terkandung di dalamnya.

Didukung DPR RI dan Pemerintah Provinsi Riau

Anggota DPR RI daerah pemilihan Riau, Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A., turut mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memperjuangkan pengembangan Candi Muara Takus.

Ia berharap kunjungan langsung Menteri Kebudayaan dapat ditindaklanjuti melalui program konkret sehingga kebutuhan pelestarian dan pengembangan kawasan dapat memperoleh perhatian sesuai kewenangan pemerintah pusat dan daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. H. Syahrial Abdi, A.P., M.Si., yang hadir mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengapresiasi kunjungan Menteri Kebudayaan tersebut.

Ia berharap perhatian pemerintah pusat semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menjaga kelestarian cagar budaya sekaligus mengoptimalkan potensinya bagi pembangunan daerah.

Perkuat Kolaborasi Pelestarian dan Pariwisata

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri budayawan dan sastrawan asal Riau, Taufiq Ikram Jamil, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV, Kristanto Januardi, S.S., M.M., perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, unsur pemerintah daerah dan pemerintah desa, serta kelompok sadar wisata.

Penjaga situs cagar budaya, Zulkifli, turut memberikan penjelasan mengenai sejarah penemuan, kondisi bangunan, dan bahan yang digunakan dalam pembangunan kompleks candi.

Melalui penyampaian proposal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan upayanya untuk memperjuangkan pembangunan Museum Muara Takus dan penataan kawasan secara terpadu.

Pemerintah daerah berharap pengembangan tersebut dapat memperkuat fungsi Candi Muara Takus sebagai pusat edukasi, penelitian, dan wisata budaya, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, ahli arkeologi, dan masyarakat, pelestarian Candi Muara Takus diharapkan dapat berjalan berkelanjutan tanpa menghilangkan nilai autentik warisan sejarah yang dimilikinya.

(PelitaMedia.com)

Baca Lainnya

Bukan Sekadar Kompetisi, Wakil Bupati Kampar Resmi Buka Liga Champions Se-Tapung Raya, Jadikan Sepak Bola Ajang Silaturahmi

18 Oktober 2026 - 22:04 WIB

Hendry Munief Dorong Pelaku IKM Pekanbaru Naik Kelas, Berharap Dukungan Anggaran Berlanjut pada 2027

18 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Hadiri Tabligh Akbar Bersama Ustaz Hanan Attaki, Misharti Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah

18 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Wakil Bupati Misharti Resmi Tutup MTQ ke-55 Kabupaten Kampar 2026, Ajak Masyarakat Amalkan Nilai-Nilai Al-Qur’an

18 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Bersilaturahmi dengan Warga Tapung, Syahrul Aidi Bakal Dorong Penanganan Jalan Lintas Petapahan–Simpang Golombang

18 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Trending di Daerah