Menu

Mode Gelap
PKPS dan Rakerda Salimah Kampar 2026 Sukses Digelar, Tingkatkan Kualitas Kepemimpinan Pengurus Ahmad Daniyal Akram Takjub Penuh Kebahagian Melihat Pamannya “Mangocau” Jelang Penyelenggaraan Piala Dunia, Hendry Munief Berikan Catatan Khusus Wakil Bupati Kampar Pimpin Apel Satgas Anti Narkoba Misharti: “Perkuat Sinergi Selamatkan Generasi Muda” Bupati Kampar Hadiri Pembukaan Muscab IX PPP di Bangkinang Wakil Bupati Kampar Melayat ke Kediaman Almarhum Muhammad Yani HS di Muara Jalai

Advertorial

Ahmad Daniyal Akram Takjub Penuh Kebahagian Melihat Pamannya “Mangocau”

badge-check


					Ahmad Daniyal Akram Takjub Penuh Kebahagian Melihat Pamannya “Mangocau” Perbesar

 

Sengkilo, pelitamedia.com – Senja memayungi langit Desa Sengkilo, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu. Cahaya jingga memantul di permukaan Sungai Kuantan yang mengalir tenang di depan rumah-rumah warga. Di desa itu, tradisi “mangocau” masih hidup di tengah anak-anak muda.

Mangocau adalah cara menangkap ikan dengan tangan kosong di sungai. Bukan sekadar mencari ikan, tetapi juga mengandalkan kepekaan rasa, kelincahan tangan, dan keberanian meraba dasar air yang keruh. Mata tak selalu mampu melihat ikan yang bersembunyi di sela batu atau akar kayu, namun tangan yang terlatih dapat mengenal geraknya.
Bagi sebagian pemuda Desa Sengkilo, mangocau bukan hanya tradisi lama, melainkan juga hiburan yang menghadirkan kebersamaan. Air sungai yang dingin memberi ketenangan, sementara suara alam menghadirkan rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Sore itu, Arif bersama dua saudaranya, Syukri dan Redo, bersiap turun ke Sungai Kuantan. Mereka membawa ember kecil dan lampu senter seadanya. Di belakang mereka, tampak seorang anak kecil berlari-lari kecil sambil tersenyum riang. Ia adalah Ahmad Daniyal Akram, kamanakan Arif yang sejak tadi begitu antusias ingin melihat pamannya mangocau.

“Paman, nanti kalau dapat ikan besar, Daniyal mau lihat dulu ya!” katanya polos.
Arif tertawa sambil mengusap kepala keponakannya itu.
“Kalau Daniyal rajin ikut ke sungai, nanti diajarin mangocau.”
Mata Daniyal langsung berbinar. Baginya, melihat pamannya turun ke sungai sudah menjadi hiburan yang sangat menyenangkan. Ia duduk di atas batu pinggir sungai sambil memperhatikan gerakan tangan Arif dan saudara-saudaranya yang sibuk meraba dasar sungai.
“Kalau dapat ikan baung besar, malam ini gulainya pasti mantap,” ujar Redo sambil tersenyum lebar.
Syukri tertawa kecil. “Yang penting jangan pulang tangan kosong. Kak Sri Hasni baru pulang dari rantau, kasihan kalau cuma makan telur.”
Mendengar itu, Arif mempercepat langkahnya. Ia tahu, kepulangan kakak perempuan mereka setelah bertahun-tahun bekerja di Bangkinang menjadi kebahagiaan besar bagi keluarga. Sejak siang, ibu mereka, Khadijah, sudah menyiapkan bumbu gulai di dapur. Aroma serai dan kunyit bahkan masih terasa hingga ke halaman rumah.
Sebelum berangkat, ayah dan ibu mereka sempat berpesan agar berhati-hati di sungai. Doa orang tua itu membuat langkah mereka terasa lebih ringan.
Air Sungai Kuantan sore itu cukup dingin. Ketiganya mulai menyusuri tepian sungai, meraba lubang-lubang kecil di bawah akar pohon. Sesekali terdengar suara cipratan air ketika salah seorang gagal menangkap ikan.
“Aku dapat!” teriak Syukri sambil mengangkat seekor ikan selais sebesar telapak tangan.
“Wahh… besar sekali!” seru Daniyal dari pinggir sungai sambil bertepuk tangan kegirangan.

Redo tak mau kalah. Ia menyelam sebentar, lalu muncul sambil tertawa membawa dua ekor ikan kecil. Arif yang paling tenang terus meraba di sela batu besar hingga akhirnya berhasil menangkap seekor ikan baung yang cukup besar.

“Alhamdulillah… cukup untuk makan malam,” ucap Arif sambil tersenyum.
Daniyal berlari kecil menghampiri ember berisi ikan. Wajahnya tampak kagum melihat hasil tangkapan pamannya. Meski bajunya sedikit basah terkena percikan air, ia tetap tersenyum bahagia.
Matahari mulai tenggelam ketika mereka memutuskan pulang. Ember yang tadi kosong kini berisi beberapa ekor ikan hasil usaha mereka bersama. Walau tidak banyak, wajah mereka penuh kepuasan.
Dari kejauhan terlihat lampu rumah mulai menyala. Khadijah berdiri di depan pintu sambil menunggu anak-anaknya pulang. Saat melihat hasil tangkapan mereka, wajahnya berseri-seri.

“Malam ini kita makan bersama,” katanya lembut.
Di dapur sederhana itu, aroma gulai ikan segera memenuhi ruangan. Kak Sri Hasni yang baru pulang dari rantau tersenyum haru melihat adik-adiknya bercanda sambil membersihkan ikan, sementara Daniyal sibuk bercerita tentang kehebatan pamannya menangkap ikan di sungai.

Baginya, kebahagiaan ternyata bukan tentang kemewahan kota, melainkan kehangatan keluarga dan tradisi kampung yang masih terjaga.

Malam itu, di tengah suara jangkrik dan aliran Sungai Kuantan, keluarga kecil itu menikmati makan malam dengan penuh syukur. Tradisi mangocau bukan hanya tentang menangkap ikan, tetapi juga tentang merawat kebersamaan, cinta keluarga, dan kenangan yang akan selalu hidup di hati mereka.

Penulis : Adi jondri

Baca Lainnya

PKPS dan Rakerda Salimah Kampar 2026 Sukses Digelar, Tingkatkan Kualitas Kepemimpinan Pengurus

15 Mei 2026 - 14:24 WIB

Jelang Penyelenggaraan Piala Dunia, Hendry Munief Berikan Catatan Khusus

14 Mei 2026 - 19:09 WIB

Wakil Bupati Kampar Pimpin Apel Satgas Anti Narkoba Misharti: “Perkuat Sinergi Selamatkan Generasi Muda”

13 Mei 2026 - 18:53 WIB

Bupati Kampar Hadiri Pembukaan Muscab IX PPP di Bangkinang

11 Mei 2026 - 23:00 WIB

Wakil Bupati Kampar Melayat ke Kediaman Almarhum Muhammad Yani HS di Muara Jalai

11 Mei 2026 - 22:55 WIB

Trending di Advertorial

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Penyusunan Arah Digital yang Lebih Efisien melalui Kajian Rinci pada Ritme Bermain Akurat
Kebiasaan Pemain Saat Ini Makin Sering Ditelusuri demi Merancang Taktik Main Lebih Efisien dan Terstruktur
Mekanisme Adaptif Gates Of Olympus Perlahan Mengubah Alur Respons dan Memunculkan Formasi Baru yang Lebih Dinamis
Pendekatan Pengendalian Risiko dalam Game Online Viral lewat Pemantauan Skema Kemenangan
Perkembangan Media Sosial Terkini Dinilai Membuat Tampilan Feed Pengguna Majong Ways 2 Kian Beragam
Taktik Bermain Game Online
Sugar Rush
Gameplay Interaktif
Sistem Permainan Modern
Mahjongways Kasino Online
probabilitas game soft
pola Mahjong Ways 2
elemen slot online
interaksi pemain game modern
strategi bermain terukur
Mahjong Wins 3
Starlight Princess 1000 online
pendekatan rasional game
pola slot online
engagement pengguna game online
Strategi Kinerja Game Online Berbasis Statistik yang Memperlihatkan Gameplay Pola RTP Lebih Terukur, Efisien, dan Mudah Dibaca
Inovasi Teknologi Modern Mendorong Penataan Distribusi Probabilitas Game demi Pengalaman Bermain Lebih Berkualitas
Pembacaan Observatif pada Mahjong Digital Memperlihatkan Konsistensi Struktur Sesi dalam Ritme Permainan Modern
Sistem Tumble Progresif Menjadi Acuan Membaca Simbol Kemenangan dan Dinamika Kombo Gameplay Digital
Pemetaan Sosial Pemain Mahjongways Kasino Online melalui Observasi Visual dan Stabilitas Respons Sistem
Keterlibatan Pemain Mahjongways Kasino Online Ditinjau dari Relasi Simbol dan Stabilitas Respons Permainan
Visualisasi Interaksi Mahjongways Kasino Online untuk Menafsirkan Dinamika Simbol serta Respons Permainan Harian
Pemantauan Dinamis Bulan Ini Menghadirkan Pembacaan Baru soal RTP PGSoft dan Gameplay Terukur
Landasan Rasional Mahjong Ways 2 melalui Pengamatan Fase Visual dan Karakter Permainan
Ulasan Mahjong Ways 2 tentang Pergeseran Ritme serta Stabilitas Interaksi Sistem Permainan