Ganting, pelitamedia. com – Sore itu, langit di Kampung Lama Pulau Tonga, Desa Ganting, Kecamatan Salo tampak cerah. Hembusan angin yang menyapu Sungai Kampar menghadirkan ketenangan, seolah mengajak siapa pun yang datang untuk sejenak mengenang jejak sejarah yang pernah terukir di pulau kecil yang berada di antara Desa Ganting dan Desa Ganting Damai tersebut.
Meski kini tak lagi dihuni penduduk, Pulau Tonga masih menyimpan satu saksi bisu perjalanan waktu. Di tengah kesunyian itu, Masjid Al Fuqora’ tetap berdiri kokoh. Bangunan yang telah berusia puluhan tahun tersebut menjadi penanda bahwa denyut kehidupan dan syiar Islam pernah tumbuh begitu kuat di kampung yang kini tinggal menyisakan kenangan.
Kesunyian rupanya tidak mampu memudarkan makna. Masjid Al Fuqora’ masih terus dihidupkan oleh masyarakat yang enggan membiarkan sejarah kampung mereka hilang ditelan zaman. Pada waktu-waktu tertentu, warga masih datang untuk beribadah, bergotong royong, dan menjaga keberadaan rumah ibadah yang menjadi simbol persatuan masyarakat tempo dulu.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian rumah ibadah sekaligus lingkungan, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salo bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau melaksanakan penanaman bibit pohon buah-buahan di pekarangan Masjid Al Fuqora’, Rabu (22/07/2026). Bibit yang ditanam diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan masjid, tetapi juga menjadi investasi hijau yang memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Koordinator Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo, Gusmawati, melalui salah seorang Penyuluh Agama, Adi Jondri Putra, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi Program Ekoteologi yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Program ini mengajak masyarakat memakmurkan rumah ibadah sekaligus merawat alam sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.
“Merawat rumah ibadah bukan hanya dengan memakmurkan salat dan kegiatan keagamaan, tetapi juga dengan menjaga lingkungan di sekitarnya. Menanam pohon adalah amal jariyah yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang dan menjadi warisan bagi generasi yang akan datang,” ujar Adi Jondri Putra.
Ia menjelaskan, untuk wilayah kerja KUA Kecamatan Salo, program Penghijauan Ekoteologi telah dicanangkan secara resmi oleh Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., bersama Ketua DPRD Kabupaten Kampar H. Ahmad Taridi, S.H.I., M.M., dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Dr. H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd. Turut hadir dalam pencanangan tersebut Ketua IPARI Kabupaten Kampar Ustaz Nursal, Ketua FKUB Kabupaten Kampar, serta unsur Forkopimda Kabupaten Kampar yang secara simbolis menanam bibit pohon buah-buahan.
Sejak pencanangan itu, Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo terus melanjutkan gerakan penghijauan dengan mendistribusikan dan menanam bibit buah-buahan di berbagai rumah ibadah yang membutuhkan. Harapannya, setiap masjid tidak hanya menjadi pusat pembinaan umat, tetapi juga menjadi ruang hijau yang teduh, asri, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Salah seorang jamaah Masjid Al Fuqora’, Emi, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, penanaman pohon buah-buahan akan membuat lingkungan masjid menjadi lebih sejuk dan indah, sekaligus memberikan manfaat bagi jamaah di masa mendatang.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini. Masjid menjadi lebih hijau dan nyaman. Semoga pohon-pohon ini tumbuh subur sehingga kelak buahnya dapat dinikmati oleh masyarakat yang datang beribadah maupun berziarah ke kampung lama ini,” ungkap Emi.
Di tengah sunyinya Kampung Lama Pulau Tonga, tunas-tunas pohon yang baru ditanam seakan membawa pesan harapan. Bahwa sejarah tidak cukup hanya dikenang, tetapi juga dirawat. Dan dari sebuah pulau yang nyaris ditelan waktu, tumbuh ikhtiar sederhana untuk menjaga bumi, memuliakan rumah ibadah, serta mewariskan jejak kebaikan bagi generasi yang akan datang.














