JAKARTA, pelitamedia.Com – Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti S.Ag., M.Si., melakukan koordinasi dan tindak lanjut terkait permohonan bantuan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) sebanyak 500 titik untuk Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Koordinasi tersebut dilakukan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar mendorong percepatan pembangunan infrastruktur penerangan jalan sekaligus mendukung peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar menyampaikan dan menindaklanjuti permohonan dukungan program PJU-TS sebanyak 500 titik yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan penerangan di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.
PJU-TS merupakan salah satu bentuk pemanfaatan energi surya untuk penerangan jalan. Kementerian ESDM menjelaskan bahwa teknologi tersebut dapat diterapkan pada jalan kabupaten, jalan pedesaan, kawasan permukiman, maupun fasilitas umum, termasuk wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.
Dorong Percepatan Pembangunan
Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti mengatakan, penguatan infrastruktur dasar menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Menurutnya, penerangan jalan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Penerangan jalan sangat dibutuhkan masyarakat. Kita berharap usulan bantuan PJU-TS ini dapat ditindaklanjuti sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Kampar, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” ujar Misharti.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat agar berbagai program pembangunan yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat daerah dapat diupayakan secara optimal.
PJU-TS Manfaatkan Energi Surya
Program PJU-TS memiliki keunggulan karena menggunakan energi matahari sebagai sumber energi listrik dan tidak bergantung langsung pada jaringan listrik PLN.
Dalam laporan kinerjanya, Ditjen EBTKE menyebut PJU-TS dapat digunakan untuk jalan-jalan di wilayah terpencil maupun kawasan yang membutuhkan tambahan penerangan. Sistem tersebut juga mendukung upaya konservasi energi dan pemanfaatan energi baru terbarukan.
Kementerian ESDM sebelumnya juga telah merealisasikan program PJU-TS di berbagai wilayah Indonesia. Di Provinsi Riau, program serupa pernah direalisasikan di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Kampar. Pada program tahun 2018, Kampar tercatat mendapatkan alokasi 60 titik PJU-TS.
Diharapkan Berdampak pada Ekonomi Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Kampar berharap dukungan terhadap usulan PJU-TS dapat memperluas penerangan jalan di wilayah yang membutuhkan.
Dengan semakin baiknya infrastruktur penerangan, aktivitas masyarakat pada malam hari diharapkan dapat berlangsung lebih nyaman, termasuk kegiatan perdagangan, usaha mikro dan aktivitas ekonomi masyarakat lainnya.
Misharti menegaskan, Pemkab Kampar akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
“Kita terus berikhtiar agar pembangunan di Kampar semakin cepat dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Penerangan jalan merupakan salah satu kebutuhan yang mendukung mobilitas, aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Permohonan bantuan 500 titik PJU-TS tersebut selanjutnya menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan energi baru terbarukan di daerah.
(PelitaMedia.com)














