Menu ✖

Mode Gelap
Tinjau Kebakaran SDN 018 Kubang Jaya, Bupati Kampar Minta Kerusakan Segera Diinventarisasi dan Keselamatan Siswa Diutamakan Buka Sosialisasi P4GN dan PN di SMA Negeri 1 Salo, Wakil Bupati Kampar Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba Wisuda 214 Mahasiswa Politeknik Kampar, Bupati Ahmad Yuzar: Ciptakan Generasi Kampar yang Unggul Siswa SMAN 2 Tapung Kembali Wakili Riau ke Tingkat Nasional Bukan Sekadar Kompetisi, Wakil Bupati Kampar Resmi Buka Liga Champions Se-Tapung Raya, Jadikan Sepak Bola Ajang Silaturahmi Terima Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Bupati Kampar Ajukan Proposal Museum dan Penataan Candi Muara Takus

Advertorial

Makna Balimau Kasai Menurut Bupati Kampar

badge-check


					Makna Balimau Kasai Menurut Bupati Kampar Perbesar

KAMPAR, Pelitamedia.com – Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengajak masyarakat Kampar untuk tidak hanya menjadikan momen Mandi Balimau sebagai ajang mandi-mandi saja, namun juga ajang silaturahmi dan saling maaf-memaafkan sebagai langkah awal menyambut bulan suci ramadhan.

“Mari kita sucikan diri dan hati melalu Balimau kasai, menyambut bulan dan memasuki bulan Ramadan yang suci ini,” ajak Bupati Ahmad Yuzar dalam sambutannya saat pembukaan acara Balimau Kasai yang digelar di Lapangan Sepakbola Desa Batu belah, Rabu (18/2/2026) sore.

Bupati Kampar mengakui, sebagai anak jati Kampar yang hidup dan besar di aliran Sungai Kampar, daya tarik dari pelaksanaan Balimau Kasai atau tradisi Potang Balimau sungguh luar biasa, menjadi pemanggil sanak saudara yang jauh hidup dikota-kota besar di Indonesia bahkan yang merantau keluar negeri untuk pulang kampung.

“Tradisi ini menjadi ajang saudara kita perantau untuk bertemu bersilaturahmi dengan sanak saudara yang ada di kampung halaman, salah satu momennya salah adalah menyambut bulan puasa Ini dengan Balimau kasai, satu lagi di tradisi Rayo Zora atau tradisi ziarah kubur,” papar Ahmad Yuzar.

Dalam acara yang digelar persis di tepian sungai Kampar Desa Batu Belah itu, Bupati Ahmad Yuzar juga berkomitmen bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus melanjutkan tradisi baik yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut, dan telah menjadi ciri khas daerah.

“Jika orang dengar nama Batu belah, orang akan ingat Balimau. Kita boleh modern, tapi kita tidak akan pernah tercabut dari akar budaya kita, kebudayaan kita, tradisi kita yang telah dilaksanakan oleh nenek moyang kita, yang harus selalu kita lestarikan hingga ke anak cucu kita,” pungkas Bupati Ahmad Yuzar. (Advertorial)

Baca Lainnya

Tinjau Kebakaran SDN 018 Kubang Jaya, Bupati Kampar Minta Kerusakan Segera Diinventarisasi dan Keselamatan Siswa Diutamakan

19 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Buka Sosialisasi P4GN dan PN di SMA Negeri 1 Salo, Wakil Bupati Kampar Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba

19 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Wisuda 214 Mahasiswa Politeknik Kampar, Bupati Ahmad Yuzar: Ciptakan Generasi Kampar yang Unggul

19 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Siswa SMAN 2 Tapung Kembali Wakili Riau ke Tingkat Nasional

19 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Bukan Sekadar Kompetisi, Wakil Bupati Kampar Resmi Buka Liga Champions Se-Tapung Raya, Jadikan Sepak Bola Ajang Silaturahmi

18 Oktober 2026 - 22:04 WIB

Trending di Advertorial