Bangkinang, Pelitamedia com – Suasana diskusi ringan di sebuah sudut Kota Kecamatan Bangkinang, Jum’at (22/05/2026), terasa hangat namun penuh semangat. Beberapa tokoh masyarakat, aktivis lingkungan, dan penyuluh agama duduk bersama membicarakan satu tujuan mulia: menghadirkan lingkungan yang lebih hijau melalui program penghijauan berbasis ekoteologi di Kecamatan Salo.
Di tengah perbincangan itu, Direktur PT. Alas Watu Emas, H. Sopiyan SE, memberikan dukungan penuh terhadap rencana kegiatan penanaman bibit buah-buahan yang akan dilaksanakan di lingkungan PDTA Rantau Panjang Desa Salo pada awal Juli 2026 mendatang. Dukungan tersebut bukan hanya sebatas moral, tetapi juga berupa dorongan agar seluruh panitia mampu membangun kerja sama tim yang solid demi kesuksesan kegiatan.
Menurut H. Sopiyan, keberhasilan sebuah kegiatan sosial dan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh semangat, tetapi juga oleh kesiapan dan koordinasi yang matang. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya membangun teamwork sejak awal persiapan.
“Panitia diharapkan memiliki team schedule dari sekarang hingga kegiatan dilaksanakan nanti. Kita berharap, 10 hari menjelang kegiatan dilaksanakan, semua persiapan sudah matang,” ungkapnya.
Pesan itu disampaikan kepada jajaran panitia inti yang terdiri dari Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo bersama Komunitas Pecinta Lingkungan Kabupaten Kampar. Kegiatan penghijauan tersebut menjadi implementasi nyata program ekoteologi yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual dan sosial.
Bagi H. Sopiyan, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan banyak pihak. Ia menilai sinergi antara penyuluh agama dan komunitas lingkungan merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo, Gusmiwati, mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan Direktur PT. AWE terhadap kegiatan tersebut. Didampingi Ketua Panitia Ustadz Zamhasri dan Ketua KPL Kampar, Adi Jondri Putra, Hendri Saputra, Riki Arpandi, Gusmiwati menyebut berbagai masukan yang diberikan menjadi motivasi besar bagi panitia.
Menurutnya, sosok H. Sopiyan dikenal sebagai pengusaha yang aktif mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Karena itu, arahan yang diberikan dinilai sangat berarti dalam mematangkan seluruh persiapan kegiatan.
“Semoga kegiatan penghijauan implementasi program Ekoteologi yang digagas oleh Kementerian Agama berjalan lancar dan sukses yang dilaksanakan atas sinergitas Komunitas Pecinta Lingkungan Kabupaten Kampar dengan Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo,” ungkap Gusmiwati.
Program penghijauan dengan tema: “Alam Terjaga, Hati Bahagia, Umat Sejahtera,” ini nantinya tidak hanya menghadirkan deretan bibit buah-buahan di lingkungan pendidikan keagamaan, tetapi juga diharapkan menjadi simbol tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama.
“Di tengah tantangan kerusakan lingkungan yang semakin nyata, langkah kecil dari Desa Salo itu diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk ikut menanam harapan bagi bumi yang lebih hijau,” ungkap Gusmawati. (Adv)














