Menu

Mode Gelap
MENGHIDUPKAN GERAKAN LITERASI, MENYALAKAN HARAPAN KAMPAR Porsenijar Riau 2026 Resmi Dibuka, Kontingen PGRI Kampar Siap Ukir Prestasi.  Pembinaan Direktur Bimas Islam Jadi Momentum Penguatan Pelayanan Keagamaan Penyuluh KUA Salo Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti menghadiri Malam Ramah Tamah Porsenijar PGRI Riau 2026 di Siak bersama Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi serta jajaran pemerintah daerah dan pengurus PGRI se-Riau. Lepas 88 Kontingen PORSENIJAR ke Siak, Wabup Misharti Bangkitkan Semangat Guru Kabupaten Kampar Pamit Setelah Sebulan Penyuluhan Karhutla, Bupati Kampar Apresiasi Tim Mabes TNI Turun Langsung ke Masyarakat Sebulan di Kampar, Tim Penyuluhan Mabes TNI Jangkau 21 Kecamatan dan 4.200 Audiens

Daerah

MENGHIDUPKAN GERAKAN LITERASI, MENYALAKAN HARAPAN KAMPAR

badge-check


					MENGHIDUPKAN GERAKAN LITERASI, MENYALAKAN HARAPAN KAMPAR Perbesar

Bangkinang Kota, pelitamedia. Com— Pagi itu, Kamis, 24 September 2026, suasana Aula SMAN 2 Bangkinang Kota terasa hangat dan penuh harapan. Ruangan yang bersih, rapi dan tertata dengan baik tersebut menjadi tempat berkumpulnya para penggerak literasi Kabupaten Kampar yang datang dengan semangat yang sama: menghidupkan budaya membaca dan menumbuhkan masyarakat yang cerdas, kritis serta gemar berkarya.

Sekitar 25 orang penggerak literasi Kabupaten Kampar mengikuti Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi di Kabupaten Kampar yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman dan semangat untuk memperkuat gerakan literasi di tengah masyarakat.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Dr. Umi Kulsum, M.Hum., berharap para penggiat literasi di Kabupaten Kampar dapat terus eksis dan hadir di tengah kehidupan masyarakat. Menurutnya, gerakan literasi memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk membaca, belajar dan mengembangkan wawasan.

Semangat tersebut, kata Umi Kulsum, perlu dimulai sejak lingkungan keluarga. Salah satu gerakan sederhana yang dapat dilakukan adalah membiasakan orang tua membacakan buku kepada anak-anak sejak usia dini, khususnya sekitar usia lima tahun.

Buku dongeng, misalnya, dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan dunia membaca kepada anak. Kebiasaan sederhana ketika orang tua meluangkan waktu membacakan cerita sebelum tidur bukan hanya menumbuhkan kecintaan terhadap buku, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Di situlah sesungguhnya gerakan literasi menemukan maknanya. Literasi bukan semata-mata aktivitas membuka dan membaca halaman demi halaman buku, tetapi proses panjang dalam membangun manusia yang memiliki wawasan, daya pikir dan kemampuan memahami kehidupan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar, Ir. Kholida, M.M., menegaskan bahwa gerakan literasi tidak boleh dipahami sebatas kegiatan membaca.

Menurutnya, literasi harus mampu melahirkan masyarakat yang berpikir kritis, mampu menghasilkan karya serta mengambil peran dalam pembangunan. Dengan demikian, budaya literasi dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kholida berharap pembinaan komunitas penggerak literasi di Kabupaten Kampar mampu melahirkan komunitas yang aktif, kreatif dan inovatif. Komunitas literasi diharapkan tidak hanya bergerak ketika ada kegiatan, tetapi mampu hadir secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

Sebab, membangun budaya literasi bukan pekerjaan sehari atau dua hari. Ia membutuhkan ketekunan, keteladanan dan gerakan bersama. Dari sebuah buku yang dibaca seorang anak, bisa tumbuh sebuah cita-cita. Dari sebuah cerita yang didengarkan, dapat lahir imajinasi. Dari kebiasaan membaca, perlahan tumbuh kemampuan berpikir dan keberanian untuk berkarya.

Pagi di Aula SMAN 2 Bangkinang Kota itu akhirnya bukan sekadar menjadi ruang pembinaan. Ia menjadi simbol bahwa harapan terhadap masa depan Kampar dapat dimulai dari hal-hal sederhana: sebuah buku, seorang anak, orang tua yang mau membacakan cerita, serta para penggerak yang dengan tulus memilih untuk menyalakan cahaya literasi di tengah masyarakat.

Ketika membaca telah menjadi budaya, pengetahuan akan tumbuh. Ketika pengetahuan tumbuh, masyarakat akan semakin mampu berpikir kritis. Dan ketika masyarakat mampu berpikir, berkarya serta bergerak bersama, pembangunan dan kesejahteraan bukan lagi sekadar harapan, tetapi menjadi cita-cita yang terus diperjuangkan.

Ditulis Oleh: Adi Jondri Putra (Pengelola TBM Alya Cerdas)

Baca Lainnya

Porsenijar Riau 2026 Resmi Dibuka, Kontingen PGRI Kampar Siap Ukir Prestasi. 

23 September 2026 - 16:43 WIB

Pembinaan Direktur Bimas Islam Jadi Momentum Penguatan Pelayanan Keagamaan Penyuluh KUA Salo

23 September 2026 - 15:35 WIB

Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti menghadiri Malam Ramah Tamah Porsenijar PGRI Riau 2026 di Siak bersama Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi serta jajaran pemerintah daerah dan pengurus PGRI se-Riau.

22 September 2026 - 20:04 WIB

Lepas 88 Kontingen PORSENIJAR ke Siak, Wabup Misharti Bangkitkan Semangat Guru Kabupaten Kampar

22 September 2026 - 20:01 WIB

Pamit Setelah Sebulan Penyuluhan Karhutla, Bupati Kampar Apresiasi Tim Mabes TNI Turun Langsung ke Masyarakat Sebulan di Kampar, Tim Penyuluhan Mabes TNI Jangkau 21 Kecamatan dan 4.200 Audiens

21 September 2026 - 20:27 WIB

Trending di Daerah
Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam