SALO, pelitamedia.Com — Pagi itu, Senin (5/10/2026), suasana apel pagi di lingkungan Kecamatan Salo terasa berbeda. Di tengah rutinitas kedinasan yang biasanya berlangsung singkat, para peserta apel mendapatkan sebuah perspektif baru tentang keberadaan Kantor Urusan Agama (KUA) dan perannya yang semakin luas di tengah kehidupan masyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Salo, H. Zulfahmi, S.Ag., MA, yang hadir sebagai pembina apel, mengajak seluruh peserta melihat KUA bukan sekadar kantor tempat masyarakat mengurus pernikahan dan rujuk. Lebih dari itu, KUA merupakan bagian penting dari upaya membangun keluarga, kehidupan beragama dan masyarakat yang harmonis.
Dalam penyampaiannya, Zulfahmi menjelaskan tugas dan fungsi KUA berdasarkan PMA Nomor 24 Tahun 2024, sekaligus memperkenalkan arah program prioritas Kementerian Agama yang diwujudkan melalui Asta Cita Kementerian Agama RI.
“KUA bukan hanya memberikan pelayanan nikah dan rujuk. KUA juga hadir memberikan bimbingan keluarga sakinah, kemasjidan, konsultasi syariah serta bimbingan dan penerangan agama Islam,” jelas Zulfahmi.
Menurutnya, keberadaan KUA harus semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pelayanan keagamaan tidak cukup hanya berada di balik meja kantor, tetapi harus mampu hadir menyentuh berbagai persoalan kehidupan masyarakat.
Karena itu, Asta Cita Kementerian Agama menjadi arah penting dalam memperkuat peran KUA.
Delapan fokus tersebut meliputi KUA melayani dengan cepat, mudah dan ramah; menguatkan ketahanan keluarga; menguatkan moderasi beragama dan kerukunan; menguatkan generasi muda yang berakhlak; menggerakkan ekonomi dan kemandirian umat; memakmurkan masjid dan menghidupkan dakwah; membangun KUA berbasis data dan digitalisasi layanan; serta bersinergi untuk masyarakat yang sejahtera.
Zulfahmi menegaskan, sinergi menjadi kunci agar seluruh program tersebut benar-benar memberikan dampak.
KUA, katanya, perlu terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, madrasah, pesantren, masjid, BAZNAS, MUI, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan serta seluruh unsur masyarakat.
“Ketika semua unsur bergerak bersama, pelayanan kepada masyarakat akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya akan semakin luas,” ujarnya.
Apel Menjadi Ruang Berbagi
Apel pagi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan peran dan potensi sumber daya manusia KUA Kecamatan Salo.
Sebagai pemimpin apel dipercayakan kepada Staf Layanan Operasional KUA Kecamatan Salo, Panji Prasetya, S.Pi.
Sementara itu, pembacaan doa dipercayakan kepada Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo, Ustadz Zamhasri, S.HI.
Adapun tugas pembawa acara dipercayakan kepada Koordinator Penyuluh Agama KUA Kecamatan Salo, Gusmawati, S.HI.
Keterlibatan para pegawai KUA dalam apel tersebut menunjukkan bahwa setiap individu memiliki peran dalam menghadirkan pelayanan publik yang baik. Bukan hanya bekerja menyelesaikan tugas, tetapi juga membangun suasana pelayanan yang ramah, humanis dan penuh tanggung jawab.
Apel pagi akhirnya berjalan lancar dan khidmat.
Namun, lebih dari sekadar rutinitas, pagi itu meninggalkan sebuah pesan penting: KUA harus terus bergerak mendekati masyarakat.
Sebab pelayanan agama pada hakikatnya bukan hanya tentang dokumen dan administrasi, tetapi tentang bagaimana menghadirkan ketenangan bagi keluarga, membimbing generasi muda, menghidupkan masjid, memperkuat kerukunan dan ikut membangun masyarakat yang sejahtera.
Dari KUA Salo, pelayanan terus bergerak. Dari masyarakat, pengabdian menemukan maknanya.














