KAMPAR, Pelitamedia.com – Viral di media sosial video yang memperlihatkan wisatawan asing mengenakan bikini di kawasan wisata Danau Rusa, Kabupaten Kampar, mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Afdal, ST, MT. Ia menyebut kejadian tersebut bersifat insidentil dan akan menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan destinasi wisata daerah.
Afdal menjelaskan, saat peristiwa terjadi, petugas yang biasanya berjaga di lokasi Danau Rusa sedang diperbantukan di kawasan Candi Muara Takus untuk mempersiapkan kunjungan sejumlah pejabat nasional, termasuk utusan Presiden bidang pariwisata. Kondisi keterbatasan personel menyebabkan pengawasan di lokasi wisata tidak maksimal pada saat itu.
“Peristiwa ini terjadi ketika petugas sedang diperbantukan ke Candi Muara Takus. Jika petugas berada di lokasi, tentu wisatawan akan diingatkan secara santun mengenai adat dan budaya setempat agar menggunakan pakaian yang lebih sopan,” ujar Afdal, Ahad (8/2/2026).
Ia menegaskan, kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bagi pengelola wisata di Kabupaten Kampar untuk meningkatkan pelayanan informasi kepada wisatawan, termasuk sosialisasi mengenai norma budaya lokal melalui papan informasi maupun petugas lapangan.
“Ini menjadi evaluasi bagi kita agar pariwisata Kampar terus berkembang, namun tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah lama dijunjung masyarakat,” tambahnya.
Terlepas dari polemik yang muncul, Afdal menilai kunjungan wisatawan mancanegara ke Danau Rusa juga merupakan sinyal positif bahwa destinasi wisata Kampar mulai mendapat perhatian wisatawan luar negeri. Pemerintah daerah, menurutnya, akan terus berupaya meningkatkan pengelolaan destinasi agar lebih ramah wisatawan sekaligus tetap menghormati norma budaya setempat.
Sejumlah masyarakat juga memberikan tanggapan yang relatif positif dan berharap kejadian tersebut tidak dipandang secara berlebihan, melainkan menjadi momentum pembenahan pengelolaan wisata. Warga Bangkinang, Rahmat (35), misalnya, menilai kehadiran wisatawan asing merupakan peluang promosi daerah.
“Kita senang Kampar mulai dilirik wisatawan luar negeri. Ke depan cukup diperbanyak papan imbauan dan petugas yang memberi informasi budaya lokal, sehingga wisatawan juga memahami aturan yang berlaku,” ujarnya.
Senada, Siti Nurhayati (41), pelaku usaha kecil di sekitar kawasan wisata, berharap promosi wisata tetap berjalan namun dibarengi edukasi yang baik kepada pengunjung. “Wisatawan datang tentu berdampak positif bagi ekonomi masyarakat. Tinggal bagaimana pengelolaan dan sosialisasinya diperkuat,” katanya.
Video wisatawan asing berbikini tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial Facebook setelah diunggah oleh salah satu akun warga, sehingga memicu berbagai komentar dari warganet. Pemerintah Kabupaten Kampar memastikan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar pengelolaan destinasi wisata semakin tertib, informatif, dan tetap menghormati nilai budaya daerah. (***)














