Bangkinang Kota, Pelitamedia.com – Pemerintah Kabupaten Kampar tancap gas menjaga stabilitas harga bahan pokok. Wakil Bupati Kampar, Misharti, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual dari Media Center Kantor Bupati Kampar, Senin (23/02).
Rakor strategis ini dipimpin langsung oleh Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Komjen Pol. Tomsi Tohir, dan diikuti seluruh pemerintah daerah se-Indonesia.
📈 Waspada Lonjakan Harga Jelang Ramadhan & Idul Fitri
Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri menekankan pentingnya sinergi daerah dalam mengendalikan kenaikan harga, khususnya komoditas strategis seperti cabai rawit yang mengalami lonjakan signifikan di 195 kabupaten/kota. Selain itu, beras, daging sapi, ayam, dan telur juga menjadi perhatian serius menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
Menanggapi hal tersebut, Wabup Misharti menegaskan komitmen kuat Pemkab Kampar dalam menjaga daya beli masyarakat di Kabupaten Kampar.
“TPID dan dinas terkait harus meningkatkan frekuensi peninjauan langsung ke pasar tradisional dan distributor. Pastikan tidak ada permainan harga ataupun penimbunan menjelang Hari Raya,” tegasnya.
🛒 Gerakan Pasar Murah & Operasi Pasar Disiapkan
Sebagai langkah konkret, Pemkab Kampar akan:
Menggelar Gerakan Pasar Murah di sejumlah titik
Melakukan operasi pasar terpadu
Memantau rutin harga dan stok bahan pokok
Memperkuat koordinasi melalui TPID
Rakor mingguan ini juga dirangkaikan dengan evaluasi dukungan daerah terhadap Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah dan sosialisasi fasilitasi sertifikasi halal produk UMKM.
🏠 Dukung Program 3 Juta Rumah, Kampar Masuk 3 Besar Nasional
Dalam sesi evaluasi perumahan nasional, Wabup Misharti menyampaikan bahwa Kampar menunjukkan capaian membanggakan. Kabupaten Kampar masuk 3 besar nasional dalam pelaporan pembebasan BPHTB dengan 1.405 unit fungsi hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Komitmen ini diwujudkan melalui percepatan perizinan, optimalisasi data penerima, hingga penyediaan lahan demi suksesnya program rumah layak huni.
⚡ Jangan Hanya Rapat, Harus Aksi Nyata!
Usai zoom meeting, Wabup langsung menggelar diskusi internal bersama Forkopimda dan TPID guna merumuskan langkah teknis pengawasan stok pangan selama Ramadhan.
Di akhir rapat, Misharti menegaskan seluruh OPD tidak boleh berhenti pada tataran koordinasi.
“Jangan hanya rapat. Harus ada aksi nyata di lapangan demi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Langkah cepat dan terukur ini menjadi bukti bahwa Pemkab Kampar serius menjaga inflasi tetap terkendali demi ekonomi daerah yang stabil dan masyarakat yang tenang menyambut Ramadhan 2026. 🚀📊 (Advertorial)














