Menu

Mode Gelap
Orderan Advetorial Diberikan Setelah Menandatangani SPK Bupati Kampar Menyerahan LKPD Unaudited Tahun 2025 Kabupaten Kampar ZAMBUN DAN ITSMUN: Dua Wajah Dosa Seorang Hamba Wakili Bupati Kampar, Pj Sekda Kampar Lantik 26 Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar Hendry Munief Silaturahmi dengan Ketua NU dan Muhammadiyah Riau: Kolaborasi Bangun Ekonomi Ummat Wakili Gubri, Sekdaprov Riau : Raya Enam Jadi Momen Silaturahmi Terbesar di Kampar

Kampar

ZAMBUN DAN ITSMUN: Dua Wajah Dosa Seorang Hamba

badge-check


					ZAMBUN DAN ITSMUN: Dua Wajah Dosa Seorang Hamba Perbesar

Oleh: Erman Gani
(Dosen UIN Suska Riau)

Suatu subuh yang damai. Matahari belum menampakkan dirinya, seakan masih bersembunyi di balik tirai malam. Udara terasa sejuk, bersih, dan menenangkan. Seusai shalat subuh, pengurus masjid mengadakan kajian rutin.

Jemaah duduk rapi, hati mereka terbuka untuk menerima nasihat.
Seorang ustaz tampil dengan wibawa. Wajahnya tenang, ucapannya tertata, dan suaranya lembut namun tegas.

Pagi itu, sang Ustaz membahas sesuatu yang sederhana namun dalam maknanya: Zambun (ذنب) dan Itsmun (إثم).

Jemaah mendengarkan dengan seksama setiap kalimat yang keluar dari lisannya yang arif dan bijaksana.

Ia mengatakan bahwa dalam bahasa Arab, ada dua kata yang sering diterjemahkan sebagai “dosa”, yaitu zambun dan itsmun. Meskipun terjemahannya sama, hakikat keduanya sangat berbeda.

Zambun adalah dosa antara hamba dan Allah.

Sang ustaz menjelaskan, zambun adalah dosa yang berkaitan langsung dengan hubungan seorang hamba dengan Allah, hubungan vertikal (hablun minallah). Dosa ini meliputi kelalaian dalam ibadah, meninggalkan kewajiban, atau melakukan larangan yang hanya berdampak pada hubungan dengan Sang Pencipta.
Namun, betapa luasnya rahmat Allah. Dosa jenis ini dapat dihapus dengan taubat yang tulus. Bahkan, dalam banyak hadis disebutkan bahwa amalan seperti puasa Ramadhan dengan penuh iman dan harapan pahala dapat menghapus dosa-dosa tersebut.

Pagi itu terasa semakin damai. Tidak ada hiruk-pikuk kendaraan, hanya suara alam yang menyertai penjelasan penuh makna itu. Seakan-akan setiap kata meresap ke dalam hati.

Ustaz yang menggunakan baju kokoh putih itu pun melanjutkan tentang itsmun, yaitu dosa antara sesama manusia.

Ia kemudian melanjutkan penjelasannya.
Berbeda dengan zambun, itsmun adalah dosa yang berkaitan dengan hubungan antar manusia, hubungan horizontal (hablun minannas). Dosa ini mencakup menyakiti orang lain, mengambil hak orang lain, menzalimi, memfitnah, dan berbagai bentuk pelanggaran dalam kehidupan sosial dan muamalah.
Paling penting untuk dipahami, dosa jenis ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan taubat kepada Allah. Ia tidak akan terhapus sampai ada penyelesaian dengan sesama manusia. Harus ada permintaan maaf, pengembalian hak, atau penyelesaian yang adil.
Di sinilah letak beratnya itsmun. Karena ia tidak hanya menyangkut hubungan dengan Allah, tetapi juga dengan hati dan hak manusia lain.

Pelajaran dari Subuh yang penuh makna.
Jemaah tetap tekun mendengarkan hingga tausiah selesai. Tidak ada yang beranjak. Semua larut dalam renungan.
Subuh itu bukan sekadar waktu pergantian malam ke siang. Ia menjadi saksi turunnya ilmu yang menerangi hati. Disampaikan di waktu yang berkah, di tempat yang berkah, masjid dan setelah ibadah yang juga penuh berkah.

Dari kajian itu, kita belajar bahwa menjaga hubungan dengan Allah saja tidak cukup. Kita juga harus menjaga hubungan dengan sesama manusia. Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi masih menyakiti orang lain. Jangan sampai kita berharap ampunan Allah, tetapi enggan meminta maaf kepada sesama.

Zambun mengajarkan kita untuk kembali kepada Allah dengan taubat.
Itsmun mengajarkan kita untuk rendah hati di hadapan manusia.
Keduanya adalah cermin bagi diri kita—sejauh mana kita menjaga hubungan vertikal dan horizontal dalam kehidupan.

Subuh yang indah itu memang berakhir. Tapi ilmunya tetap hidup dalam hati. Sebuah pengingat bahwa dosa bukan hanya urusan langit, tetapi juga urusan bumi, antara kita dan sesama manusia.

Baca Lainnya

Orderan Advetorial Diberikan Setelah Menandatangani SPK

31 Maret 2026 - 19:35 WIB

Bupati Kampar Menyerahan LKPD Unaudited Tahun 2025 Kabupaten Kampar

31 Maret 2026 - 19:30 WIB

Wakili Bupati Kampar, Pj Sekda Kampar Lantik 26 Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar

30 Maret 2026 - 11:41 WIB

Hendry Munief Silaturahmi dengan Ketua NU dan Muhammadiyah Riau: Kolaborasi Bangun Ekonomi Ummat

28 Maret 2026 - 18:15 WIB

Wakili Gubri, Sekdaprov Riau : Raya Enam Jadi Momen Silaturahmi Terbesar di Kampar

28 Maret 2026 - 16:55 WIB

Trending di Kampar