KAMPAR, Pelitamedia.com — Kebahagiaan terpancar dari wajah keluarga besar Mastur dan Budiyono, dua keluarga purnawirawan TNI yang kini dipersatukan melalui ikatan pernikahan putra-putri mereka. Salsabilah Cantika, S.E., resmi dipersunting oleh Lettu Lek Danang Prasetya Nur Budi Kusuma, S.Tr.Han., dalam sebuah akad nikah yang berlangsung khidmat pada Rabu, 21 Januari 2026 yang lalu.
Sebagai puncak rangkaian kebahagiaan, resepsi pernikahan digelar pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Gedung Mahligai Bungsu, Bangkinang.
Suasana penuh suka cita terasa sejak pagi. Sanak keluarga, kerabat, serta para undangan memadati gedung, menyaksikan sepasang pengantin yang hari itu menjadi “raja dan ratu” sehari.
Lettu Danang, Perwira Angkatan Udara (AU) bertugas di Satuan Radar 106 Tanjung Pinang, tampak tersenyum penuh makna. Bersama sang istri tercinta yang akrab disapa Caca, ia menerima ucapan selamat dan doa restu dari para tamu. Senyum keduanya seakan menyimpan pesan sederhana namun mendalam: momen sakral ini hanya sekali hadir dalam kehidupan, dan takkan terulang dengan cara yang sama.
Di tengah ramainya tamu undangan, Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, hadir langsung untuk menyampaikan ucapan selamat. Kehadirannya menambah kehangatan suasana. Atas permintaan pembawa acara, Wabup Misharti pun berkenan menyampaikan nasihat perkawinan kepada kedua mempelai.
“Selamat atas pernikahan Danang dan Caca. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” ucap Misharti di hadapan para undangan.
Dalam pesannya, Misharti menekankan pentingnya saling melengkapi dan saling mengisi dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga dua keluarga besar yang harus terus dijaga keharmonisannya.
“Bangunlah rumah tangga dengan kasih sayang, saling memahami, dan semoga kelak dianugerahi keturunan yang saleh dan salehah,” tuturnya.
Wabup Misharti juga mengibaratkan kehidupan rumah tangga seperti sebuah pelayaran di lautan. Tidak ada lautan yang selalu tenang; ombak dan badai pasti akan datang. Namun, semua itu adalah bagian dari perjalanan menuju pulau impian.
“Tidak ada rumah tangga yang tanpa masalah. Dengan cinta, saling pengertian, dan komunikasi yang baik, setiap persoalan akan dapat diselesaikan. Kini keluarga Danang adalah keluarga Caca, dan sebaliknya. Jalinlah silaturahmi dengan baik,” pesan Misharti menutup nasihatnya.
Resepsi pernikahan Danang dan Caca pun berlangsung penuh kehangatan, menjadi awal perjalanan baru dua insan yang berjanji menapaki kehidupan bersama, dalam ikatan cinta dan pengabdian. (***)














